Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KANKER PAYUDARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KANKER PAYUDARA. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2008

Dicanangkan, Program Nasionai Deteksi Kanker Rahim dan Payudara

INSYA ALLAH HABBATUSSAUDA MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER PAYUDARA. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

JAKARTA, SENIN - Ibu Ani Yudhoyono mencanangkan Program Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, yang merupakan jenis kanker yang banyak diderita perempuan di Indonesia.

Program nasional tersebut dicanangkan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Pencanangan yang bertema "Selamatkan Perempuan Indonesia Dari Kanker Melalui Deteksi Dini" itu juga dihadiri oleh Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan juga istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada pencanangan tersebut, Departemen Kesehatan (Depkes) menyumbangkan bantuan berupa alat deteksi dini kepada enam kabupaten, yaitu Deli Serdang, Gresik, Kebumen, Gunung Kidul, Karawang, dan Gowa. Depkes juga menyumbangkan mobil mammografi kepada RS Kanker Dharmais.

Menurut rencana, pada acara pencanangan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, Ibu Negara juga akan meninjau fasilitas dan ruang pemeriksaan di RS Dharmais. Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan.

Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker
payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim. Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Departemen Kesehatan, salah satu alasan semakin berkembangnya penyakit kanker tersebut adalah rendahnya cakupan deteksi dini.


AC
Sumber : Antara

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/21/09585380/dicanangkan.program.nasionai.deteksi.kanker.rahim.dan.payudara

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

INSYA ALLAH HABBATUSSAUDA MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER PAYUDARA. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

JAKARTA, SENIN - Ibu Ani Yudhoyono mencanangkan Program Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, yang merupakan jenis kanker yang banyak diderita perempuan di Indonesia.

Program nasional tersebut dicanangkan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Pencanangan yang bertema "Selamatkan Perempuan Indonesia Dari Kanker Melalui Deteksi Dini" itu juga dihadiri oleh Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan juga istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada pencanangan tersebut, Departemen Kesehatan (Depkes) menyumbangkan bantuan berupa alat deteksi dini kepada enam kabupaten, yaitu Deli Serdang, Gresik, Kebumen, Gunung Kidul, Karawang, dan Gowa. Depkes juga menyumbangkan mobil mammografi kepada RS Kanker Dharmais.

Menurut rencana, pada acara pencanangan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, Ibu Negara juga akan meninjau fasilitas dan ruang pemeriksaan di RS Dharmais. Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan.

Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker
payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim. Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Departemen Kesehatan, salah satu alasan semakin berkembangnya penyakit kanker tersebut adalah rendahnya cakupan deteksi dini.


AC
Sumber : Antara

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/21/09585380/dicanangkan.program.nasionai.deteksi.kanker.rahim.dan.payudara

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

UJIAN PAKET C, IJAZAH SMA, KEJAR PAKET C, HUBUNGI 085227044550

HABBATUSSAUDA EXTRAFIT 369