Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KANKER PAYUDARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KANKER PAYUDARA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

XAMTHONE PLUS MAMPU SEMBUHKAN KANKER PAYUDARA

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit KANKER PAYUDARA . Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit berbahaya. Penderitanya kebanyakan kaum wanita dan sedihnya lagi wanita-wanita yang berusia mudapun tidak luput dari penyakit yang dikenal dengan istilah penyakit degeneratif ini. Penyakit yang disebabkan karena kerusakkan gen.

Di tengah-tengah masyarakat Indonesia, khususnya kaum hawa, adakah yang menyadarkan mereka bahwa penyakit kanker payudara semakin hari semakin mengkuatirkan? Dengan melihat pola hidup masyarakat moderen dewasa ini rasanya tidak heran kalau penyakit ini sebentar lagi akan menjadi penyakit paling mematikan bagi manusia, khususnya bagi kaum wanita.

XAMthone plus Menyembuhkan Kanker Payudara
Bergulat dengan fakta keseharian bahwa ada jutaan wanita Indonesia yang menderita kanker payudara namun sedikit yang selamat. Kita tidak perlu malu untuk melihat hal ini sebagai ancaman terhadap sebuah ekosistem, sebuah ekosistem yang bernama kehidupan manusia.

Indonesia sebuah negara tropis yang mempunyai wilayah hutan yang luas. Banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat obat dapat tumbuh di negeri kepulauan ini. Salah satunya pohon manggis. Banyak dari orang Indonesia yang mengenal manggis hanya karena ada sebuah permainan yang bernama tebak-tebak buah manggis, ada juga yang mengenal manggis karena daging buahnya yang enak, sensasi lumer di mulut kala menyantapnya, serta manggis dikenal karena ada sebutan buah yang jujur.

Terlepas dari cara pengenalan manggis oleh masyarakat Indonesia, ternyata di sana di dalam buah manggis tersimpan sejuta khasiatnya bagi kesehatan umat manusia. Manggis mempunyai keajaiban, manggis mempunya misteri terdalam, manggis mempunyai kisah tersendiri. Para pakar penelitian dari berbagai belahan dunia telah berulang kali melakukan penelitian mengenai khasiat manggis dan semua hasilnya mengatakan bahwa manggis adalah keajaiban. Keajaiban dalam bidang kesehatan.

Bagaimana dengan XAMthone plus?
XAMthone plus merupakan minuman kesehatan kelas premium yang diolah dari keseluruhan buah manggis. Buah yang dikenal dengan sebutan the queen of fruit ini menjadi bahan baku dasar pembuatan XAMthone plus. Dipilih dari ribuan buah manggis yang berkualitas terbaik dan dimasukkan ke mesin untuk diproses menjadi minuman kesehatan.

Sebelum masuk ke tahap produksi buah manggis terlebih dahulu dicek oleh para pakar makanan dan minuman. Mempunyai divisi sendiri yang bernama Riset & Development, tugasnya menghasilkan kualitas minuman jus kulit manggis XAMthone plus yang terbaik di antara yang terbaik. Karena kualitas dan khasiatnya yang luar biasa untuk kesehatan, maka sudah dipastikan bahwa XAMthone plus mampu mencegah dan menyembuhkan para wanita maupun laki-laki penderita kanker payudara.

Kesembuhan para penderita kanker payudara oleh XAMthone plus bukanlah omong kosong. Menurut KH. Nadjib Sungkar B.A.M.S. Ketum Keluarga Besar Bismillah, yang menyembuhkan setiap para penderita penyakit, baik kanker payudara maupun penyakit lainnya bukanlah XAMthone plus, tetapi Allah SWT. Dan XAMthone plus inilah yang menjadi perantaraan Allah SWT untuk menyembuhkan penyakit, lanjut pemilik Bismillah Air line ini.

So, jangan berpikir lagi untuk mengambil XAMthone plus dan menikmatinya setiap hari. Cukup 30 ml setiap malam sebelum tidur. Biarlah dia bekerja dan menjaga Anda sepanjang malam maupun siang hari. Mulailah hidup sehat dengan XAMthone plus dan percayalah angka penderita kanker payudara di Indonesia akan menurun drastis. XAMthone plus, the miracle of nature, amazing juice for amazing health.

Kamis, 17 Juli 2008

Penderita Kanker Serviks Rentan Alami Gangguan Ginjal

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DI CEGAH DAN DI SEMBUHKAN. AMIN . HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
sumber:
kompas.com

===

JAKARTA, KAMIS - Penderita kanker serviks ternyata berisiko tinggi mengalami gangguan pada organ ginjal. Setiap tahun, diperkirakan terdapat 460.000 kasus baru kanker invasif (kanker yang telah mengalami penyebaran) yang terdiagnosis dan menjadi penyebab lebih dari 250.000 kematian pada tahun 2005. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80 persen kematian itu terjadi di negara berkembang.

"Tanpa penatalaksanaan yang adekuat, diperkirakan kematian akibat kanker serviks atau leher rahim akan meningkat 25 persen dalam 10 tahun mendatang," kata dr Imam Rasjidi saat mempertahankan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor dalam ilmu epidemiologi Universitas Indonesia, Kamis (17/7), di Jakarta. Imam lulus dengan predikat cumlaude atau sangat memuaskan.

Data kanker yang berbasis patologi pada 13 pusat laboratorium patologi menyatakan, kanker serviks merupakan kanker dengan prevalensi (persentase orang sakit pada sekelompok penduduk) lebih kurang 36 persen. Jadi, dengan populasi penduduk Indonesia saat ini yang berjumlah sekitar 220 juta, terdapat sekitar 52 juta perempuan yang terancam kanker serviks.

Hal ini sesuai dengan perkiraan dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional yang memperkirakan insiden atau angka kejadian kanker di Indonesia minimum seratus kejadian per 100.000 penduduk per tahun. Sementara di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo tahun 1998, jumlah kasus baru kanker serviks menduduki peringkat pertama, yaitu 26,2 persen. Banyak pasien datang pada stadium IIB yaitu stadium dengan gangguan fungsi ginjal.

Saat ini masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dalam pembiayaan kesehatan padahal pasien kanker serviks stadium lanjut dengan gangguan fungsi ginjal juga mengalami gangguan multipatologi pada sistem urogenitalnya (sistem berkemih dan kelaim) sehingga membutuhkan waktu rawat lebih lama dan butuh pemeriksaan penunjang yang canggih. Karena itu, perlu diupayakan program penatalaksanaan pasien kanker serviks stadium lanjut dengan gangguan fungsi ginjal yang efektif sekaligus murah, ujarnya.


Senin, 02 Juni 2008

Dicanangkan, Program Nasionai Deteksi Kanker Rahim dan Payudara

INSYA ALLAH HABBATUSSAUDA MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER PAYUDARA. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

JAKARTA, SENIN - Ibu Ani Yudhoyono mencanangkan Program Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, yang merupakan jenis kanker yang banyak diderita perempuan di Indonesia.

Program nasional tersebut dicanangkan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Pencanangan yang bertema "Selamatkan Perempuan Indonesia Dari Kanker Melalui Deteksi Dini" itu juga dihadiri oleh Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan juga istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada pencanangan tersebut, Departemen Kesehatan (Depkes) menyumbangkan bantuan berupa alat deteksi dini kepada enam kabupaten, yaitu Deli Serdang, Gresik, Kebumen, Gunung Kidul, Karawang, dan Gowa. Depkes juga menyumbangkan mobil mammografi kepada RS Kanker Dharmais.

Menurut rencana, pada acara pencanangan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, Ibu Negara juga akan meninjau fasilitas dan ruang pemeriksaan di RS Dharmais. Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan.

Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker
payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim. Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Departemen Kesehatan, salah satu alasan semakin berkembangnya penyakit kanker tersebut adalah rendahnya cakupan deteksi dini.


AC
Sumber : Antara

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/21/09585380/dicanangkan.program.nasionai.deteksi.kanker.rahim.dan.payudara

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

INSYA ALLAH HABBATUSSAUDA MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER PAYUDARA. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

JAKARTA, SENIN - Ibu Ani Yudhoyono mencanangkan Program Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, yang merupakan jenis kanker yang banyak diderita perempuan di Indonesia.

Program nasional tersebut dicanangkan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Pencanangan yang bertema "Selamatkan Perempuan Indonesia Dari Kanker Melalui Deteksi Dini" itu juga dihadiri oleh Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan juga istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada pencanangan tersebut, Departemen Kesehatan (Depkes) menyumbangkan bantuan berupa alat deteksi dini kepada enam kabupaten, yaitu Deli Serdang, Gresik, Kebumen, Gunung Kidul, Karawang, dan Gowa. Depkes juga menyumbangkan mobil mammografi kepada RS Kanker Dharmais.

Menurut rencana, pada acara pencanangan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, Ibu Negara juga akan meninjau fasilitas dan ruang pemeriksaan di RS Dharmais. Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan.

Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker
payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim. Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Departemen Kesehatan, salah satu alasan semakin berkembangnya penyakit kanker tersebut adalah rendahnya cakupan deteksi dini.


AC
Sumber : Antara

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/21/09585380/dicanangkan.program.nasionai.deteksi.kanker.rahim.dan.payudara

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

UJIAN PAKET C, IJAZAH SMA, KEJAR PAKET C, HUBUNGI 085227044550

HABBATUSSAUDA EXTRAFIT 369